Setiap orang memiliki kontribusi terhadap peradaban dimana ia hidup. Kontribusi itu dapat berupa pemikiran, gagasan, kiprah, tindakan, atau karya yang dihasilkannya. Kontribusi itu bisa kecil-kecil saja seperti menanti peraturan lalu lintas, atau membuat tempat sampah dari kertas limbah, namun bisa juga sangat besar dan bahkan mempengaruhi jalan pembentukan peradaban bangsanya, seperti memproklamasikan kemerdekaan negerinya, membuat Undang-Undang Dasar, merumuskan GBHN, atau mengembangkan chip berbasis bioteknologi, menciptakan aplikasi pendeteksi kebohongan dalam media sosial, hingga aksi jual-beli saham yang merontokkan pasar modal internasional. Setiap kita adalah peletak batu-bata peradaban bangsanya, tak terkecuali dengan Jenderal Besar TNI Haji Muhammad Soeharto atau lebih dikenal akrab dipanggil Pak Harto.
Buku berjudul 50 inisiatif Pak Harto untuk Indonesia meruapakan sebuah catatan singkat tentang serangkaian inisiatif yang dikembangkan oleh Presiden Kedua Republik Indonesia