balaiyanpus-logo
Berita31 Agustus 2026(tik)MAN 3 Sleman

Pustakawan MAN 3 Sleman Ikuti Talkshow Transformasi Perpustakaan Digital JBF 2026

news-Pustakawan MAN 3 Sleman Ikuti Talkshow Transformasi Perpustakaan Digital JBF 2026

Sleman (MAN 3 Sleman) — Dalam upaya meningkatkan kegemaran membaca dan kesadaran literasi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jogja Book Fair 2026 mengemas ajang literasi melalui talkshow bertajuk “Transformasi Literasi melalui Pemanfaatan Perpustakaan Digital”, Senin (31/8/2026). Acara yang digagas oleh PT Enam Kubuku Indonesia ini berlangsung meriah di Panggung Utama Jogja Book Fair, Gedung Grhatama Pustaka Yogyakarta.

Pada forum ini, Mustika Nindya, pustakawan MAN 3 Sleman turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan acara ini.

Talkshow yang diselenggarakan oleh PT Enam Kubuku Indonesia ini sangat bermanfaat. Selain mendapatkan ilmu dan informasi menarik dari narasumber, kami juga berkesempatan mengonsultasikan langsung tampilan platform buku digital milik Perpustakaan Mayoga,” tuturnya.

Selain menyimak paparan materi, para peserta dan pustakawan yang hadir juga memanfaatkan fasilitas stan konsultasi PT Enam Kubuku. Di sana, Mustika berkesempatan untuk berkonsultasi langsung mengenai platform Titik Baca berbasis web serta Mayoga E-Library berbasis aplikasi yang ada di perpustakaan Mayoga.

Talkshow ini menghadirkan dua narasumber ahli, yakni akademisi Dr. Ir. Ardian Infantono, S.Kom., M.Eng., serta CEO PT Enam Kubuku, Ari Kustanto. Keduanya menyoroti pentingnya adaptasi teknologi digital sebagai sarana mempermudah akses bacaan bagi masyarakat luas.

Dalam pemaparannya, Dr. Ir. Ardian Infantono menekankan pentingnya membangun kebiasaan membaca tuntas di semua generasi. Menurutnya, literasi digital memudahkan masyarakat untuk membiasakan diri membaca buku.

“Jika kita terbiasa membaca, memahami tiap bab akan cepat dan kita bisa menerka isi pembahasannya. Bayangkan jika generasi di negeri ini haus akan bacaan, membaca tuntas, lalu membaca lagi. Bahkan, jika kita mendapatkan outcome bacaan secara benar, cara berpikir kita akan lebih tenang (smooth)—termasuk bagi para demonstran sekalipun. Membaca ini juga bagian dari bela negara yang diamanatkan UUD RI,” ungkap Ardian.

Sementara itu, CEO PT Enam Kubuku, Ari Kustanto, menggarisbawahi tantangan kurasi informasi di era digital. Ia mengingatkan pentingnya memilah bacaan berkualitas di tengah gempuran arus informasi yang melimpah.

Ari menjelaskan bahwa perpustakaan digital tidak sekadar memindahkan format buku cetak ke layar digital. Terdapat tantangan besar terkait penyediaan akses teknologi dan perlindungan hak cipta.